Paper Love Story

A Letter From A Box

Sekarang 12:02 AM.

 
 
 
 
 
 

dia berjalan pelan menuju sebuah kamar; bersama ibunya yang membawa sepotong kue berhiaskan lilin diatasnya. lilin itu telah padam beberapa menit yang lalu bersamaan dengan berlalunya sebuah doa.


mereka menuju tempat sebuah kotak besar berdebu disimpan.
si ibu membuka kotak itu.
banyak kotak-kotak kecil di dalam nya, dan dia mulai memilih-milih kotak-kotak kecil di dalamnya sambil bergumam
hm.. 16.. hmm.. bukan yang ini.. bukan yang ini.. hm.. nah yang ini, Peter!

sebuah kotak kecil bertuliskan.. for Peter’s 16th birthday


sang ibu menyerahkan kotak kecil itu kepada Peter dan kemudian berpaling.
ombak di dalam hati nya tak bisa bergejolak. badai petir itu terlalu kuat.
yang bisa dia lakukan hanya bertahan.
ia menyeka dan menahan air matanya dan memaksakan hatinya untuk tersenyum. seperti tidak ingin menunjukkan kesedihannya yang mendalam.


malam ini ulang tahun Peter. anak tunggalnya.
selama 14 tahun terakhir, mereka selalu melakukan hal ini.
memberikan kotak yang hanya akan diberikan pada malam ulang tahun Peter.
tiap kotak, untuk tiap ulang tahun.


Peter memegang kotak itu dan terdiam. matanya mulai berkilau seperti permata; terbias air mata yang siap terjatuh. mata yang disesaki bermacam emosi dan pertanyaan tentang hidup.
ia menghela nafas panjang.
ia membuka kotak itu.
dan menemukan secarik kertas dan sebuah glove baseball.


untuk anak ku, my dear Peter.
ayah yakin kini kau sudah besar.
meski ayah tak ada disana untuk melihatmu tumbuh, membimbingmuberjalan, mengantarmu pergi ke sekolah, dan memberimu saran tentanggadis-gadis; ayah bangga denganmu.

apapun yang kau lakukan, lakukan dengan hatimu.
ayah percaya kamu bisa.
jadi lah laki-laki yang kuat.
jaga ibumu. karena dia bukan hanya harta milikmu. dia bagian nyawaku.
dan ayah percaya kamu pasti akan menjaganya.

dan ayah berikan glove milik ayah untuk mu.
mungkin tak sekeren milik teman-teman mu.
tapi dulu ayah sering menggunakannya saat bermain lempar bola dengan kakek.
ayah telah melewati banyak waktu bersenang-senang dengannya. sesuatuhal yang ayah harap bisa ayah lakukan denganmu. tapi ayah tak bisa.
dan sekarang, glove itu milikmu.

maaf ayah tak bisa disana. di hari ulang tahunmu.
tapi ayah akan selalu disana. di hatimu.
much love for you, my son..
-your dad-



suasana menjadi hening.
udara bertiup sunyi, namun tetap terdengar seperti orkestra. nada-nada minor mengalun dan membuat suasana penuh air mata.


Peter tertunduk dan air mata nya menetes di atas kertas yang dibacanya.
sang ibu memeluknya dari belakang. ia pun kehabisan kata-kata untuk menahan kesedihan ini dan mulai menangis sesungukan.



 
 
 

Zack Jones, ayah Peter Jones, meninggal karena penyakit alzheimer 14 tahun yang lalu pada usia 50 tahun.
alzheimer adalah penyakit yang menyebabkan daya ingat seseorang merosot tajam hingga tak bisa hidup normal. bahkan dia bisa lupa cara berbicara.umumnya alzheimer menyerang di usia tua, tapi untuk kasus Zack Jones hal ini terbilang unik. Zack mulai mengidap alzheimer di usia 48 tahun dan penyakit tersebut menyerang dengan sangat cepat.dia divonis penyakit tersebut belum lama setelah Peter lahir.

dan sejak saat itu Zack membuat ucapan ulang tahun untuk peter sebanyak yang ia mampu.karena ia tahu, mungkin ia tak punya kesempatan untuk mengucapkannya secara langsung.ia juga ingin anaknya yang telah lama ia harapkan, terus mengingatnya.ia tak ingin kehilangan semua kenangan yang ia miliki.meski pada akhirnya pun kenangan tersebut akan pudar dan hanya menjadi harta bagi yang mengetahuinya dan bagi yang mengingatnya.

karena sebuah kenangan hanya terasa berharga bagi yang mengetahuinya dan tetap mengingatnya.




17 juni 2009.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *